Jumat, 03 Maret 2017

Pentingnya Strategi Marketing Mix Dalam Pemasaran

Setiap perusahaan pasti melakukan proses marketing. Proses inilah yang menjadikan barang dari produsen bisa sampai ke tangan konsumen. Perlu adanya strategi khusus dalam menjalankan proses ini. Fokus kegiatan ini adalah konsumen. Pelayanan konsumen diperhatikan sebaik mungkin demi mencapai keberhasilan marketing. Strategi yang biasa digunakan adalah marketing mix.
Strategi marketing mix biasa disebut dengan bauran pemasaran. Strategi ini merupakan perpaduan dari faktor-faktor penting yang ada di dalam pasar itu sendiri. Faktor-faktor tersebut terbagi menjadi 7, yaitu product (produk), price (harga), promotion (promosi), place (tempat), people (orang), process (proses), dan physical evidence (fasilitas fisik). Ketujuh faktor ini wajib diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran.
Produk merupakan objek dalam pemasaran. Terjualnya produk inilah yang akan memberikan penghasilan dan selanjutnya menentukan keuntungan perusahaan. Produk sendiri dapat berupa barang maupun jasa. Kualitas produk harus sangat diperhatikan dalam proses pemasaran ini. Kualitas produk akan mempengaruhi daya tarik konsumen, sehingga besar pengaruhnya di dalam marketing.
pricingPrice atau harga juga harus sangat diperhatikan. Jangan sampai harga yang ditawarkan melebihi harga pasaran pada umumnya. Hal ini tentunya akan membuat konsumen enggan menggunakan produk kita. Penawaran harga yang terlalu rendah juga bukan merupakan strategi yang baik. Hal ini disebabkan dapat memberikan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamatan harga terlebih dahulu sebelum produk masuk ke pasar
Promosi adalah salah satu bentuk pengenalan produk kepada konsumen. Proses promosi ini dapat berupa publikasi, atau dapat juga berupa bonus yang diberikan kepada konsumen. Publikasi dapat melalui media elektronik (televisi, radio, internet), poster, pamflet, baliho, dan masih banyak lagi. Bonus sendiri dapat berupa diskon, voucher, garansi produk, dan lain sebagainya.
yang diinginkan Pelanggan
Konsumen biasanya akan lebih tertarik dengan adanya penawaran bonus. Pemberian bonus sebaiknya diikuti syarat-syarat tertentu. Hal ini untuk menghindari kerugian perusahaan. Syarat dapat berupa batas waktu pemberian bonus, atau mungkin bonus bisa diperoleh jika konsumen melakukan pembelian dalam jumlah yang ditentukan perusahaan.
Place atau tempat, tentukan lokasi yang tepat untuk dilakukan pemasaran. Strategi ini meliputi cara mengirimkan atau menyalurkan produk kepada konsumen. Mengingat tujuan utama pemasaran adalah sampainya produk ke tangan konsumen, jadi faktor ini sangat perlu untuk diperhatikan dalam marketing mix. Produk harus sampai di tangan konsumen dalam waktu dan tempat yang tepat. Sehingga place juga dapat diartikan sebagai saluran distribusi.
training1
People atau orang ini terdiri dari konsumen dan karyawan perusahaan yang ikut terlibat. Perlu diperhatikan karyawan mana saja yang akan dilibatkan dalam proses ini. Karyawan harus diberikan bekal ilmu demi keberhasilan marketing. Tentukan sasaran konsumen yang akan ditawarkan produk. Jangan sampai melakukan penawaran kepada konsumen yang sudah jelas tidak mungkin menggunakan produk tersebut.
Customer satisfaction survey on a sky backgroundProses, dalam hal ini dikhususkan pada proses manajemen. Strategi dalam manajemen perlu untuk diperhatikan. Keputusan dalam manajemen inilah yang akan menentukan keberhasilan marketing. Manajemen harus diperhatikan sedemikian rupa agar tiap-tiap elemen dapat bekerja sesuai manajemen operasinya. Tingkatkan manajemen terhadap layanan konsumen. Hal ini akan besar pengaruhnya terhadap hasil pemasaran.
Physical Evidence atau fasilitas fisik. Fasilitas yang digunakan untuk melayani konsumen sangat perlu untuk diperhatikan. Tidak hanya fasilitas yang terlihat, namun juga yang tidak terlihat. Fasilitas inilah yang akan mendukung bagaimana produk bisa sampai ke tangan konsumen dengan tepat.
Setelah mengetahui ketujuh faktor tersebut, hendaknya dapat menjadi pertimbangan saat membuat strategi marketing. Penggunaan strategi marketing mix ini sering digunakan dalam proses marketing, karena ketujuh faktor dalam strategi tersebut saling berhubungan dan mewakili faktor-faktor yang ada di pasar. Oleh sebab itu, banyak perusahaan menggunakan strategi ini untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Pengertian pemasaran online

sebenarnya tidak jauh berbeda dengan definisi pemasaran ofline hanya saja tempat pemasarannya saja yang berbeda akan tetapi yang lebih membedakan antara kedua proses pemasaran ini adalah pada strateginya dan Toolsnya saja, namun demikian ada pemasaran online akanmasuk juga dalam proses pemasaran ofline. Sebelum kita menjabarkan pengertian pemasaran online, saya mengajak anda memahami kata perkata tentang pengertian internet marketing atau Pengertian e-marketing ini

Pengertian dan Macam-Macam Kebutuhan serta Contohnya

Pengertian dan Macam-Macam Kebutuhan serta Contohnya| Dalam pengertian kebutuhan, memiliki arti luas dengan macam-macam kebutuhan serta contoh masing-masing. Begitulah kita, manusia. Manusia berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya, kebutuhan dapat berupa makanan seperti beras, dan lauk pauk, dapat pula berupa pakaian seperti baju, celana dan kaos kaki, dan juga berupa jasa seperti nonton ke bioskop, naik bus dan bantuan dokter serta bantuan hukum seperti pengacara. Lalu apakah sebenarnya kebutuhan ?.. Apakah Pengertian Kebutuhan itu ?.. Kebutuhan menurut beberapa para ahli mengatakan bahwa Pengertian Kebutuhan adalah segala sesuatu yang muncul secara naluriah dan sangat diperlukan oleh manusia untuk mempertahankan hidupnya. Beragamnya barang dan jasa yang dibutuhkan manusia membuktikan bahwa kebutuhan manusia beragam juga.
Akibat apa yang akan terjadi apabila kebutuhan manusia itu terpenuhi ?. Dengan kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup manusia terus berlanjut, dan dengan terpenuhinya semua yang  kebutuhan manusia, akan menjadikan kelangsungan hidup manusia yang sejahtera. Dari uraian diatas dapat disimbulkan bahwa kebutuhan mencerminkan adanya perasaan kekurangan dalam diri manusia yang ingin dipuaskan. Orang membutuhkan sesuatu karena tanpa sesuatu itu ia merasa dirinya memiliki kekurangan. Yang lapar ingin makan. Yang haus ingin minum dan yang sakit ingin sembuh serta yang bodoh ingin menjadi pintar. Kebutuhan mencerminkan adanya perasaan kekurangan yang ingin dipenuhi dalam diri manusia

Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya

Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain 
Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.
Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi (1994) kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis 
Pengertian kewirausahaan menurut bapak Soeharto Prawiro (1997) adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Drucker (1959) bahwa kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda 
Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer (1996) adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha 
Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo (1989) Kewirausahaan atau entrepreneurship adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya 
Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya
Pengertian kewirausahaan

Pengertian Wirausaha

Setelah anda mengetahui tentang pengertian kewirausahaan, maka sudah barang tentu anda tahu apa arti wirausaha itu sendiri. Hal itu karena pengertian wirausaha sederhananya adalah orang yang menjalankan wirausaha itu sendiri. Berikut tiga ahli yang memberikan tanggapan tentang apa pengertian wirausaha atau entrepreneur itu.
  1. Wirausaha atau enterpreneur adalah orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan kesempatan bisnis mengumpulkan sumber sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan (Geoffrey G. Meredit et ak, 1995)
  2. Enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang mengambil risiko yang diperlukan untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis menerima imbalan jasa berupa profit nonfinancial (Skinner, 1992).
  3. Wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan koordinasi, organisasi dan pengawasan. Wirausaha memiliki pengetahuan yang luas tentang lingkungan dan membuat keputusan keputusan tentang lingkungan usaha, mengelola sejumlah modal dan menghadapi ketidakpastian untuk meraih keuntungan (Say, 1996).
Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya
Pengertian wirausaha

Bagaimana, anda sudah mengerti tentang apa pengertian wirausaha dan kewirausahaan? Kalau begitu kita beranjak ke apa ciri ciri wirausaha dan tujuan kewirausahaan itu

Ciri ciri Wirausaha 

Seseorang dikatakan wirausaha sudah tentu memenuhi definisi wirausaha itu sendiri, untuk lebih jelasnya silahkan dibaca  ciri ciri wirausaha dibawah ini:
1. Memiliki keberanian mempunyai daya kreasi
Seorang wirausaha haruslah memiliki keberanian dalam memiliki daya kreasi atau tidak takut untuk bermimpi dan merencanakan. Segala ketakutan akan sia sia dalam bermimpi dan berencana haruslah dihilangkan. Setidaknya harus diingat STOP (Stop “berhenti, Think “berpikir”, Observation “Observasi” dan Plan “rencana”) apabila terjadi hal hal yang membuat ide tersebut tertunda atau mandek.
2. Berani mengambil risiko 
Seseorang dikatakan wirausaha apabila memiliki sifat berani mengambil risiko, hal ini tentu saja harus sejalan dengan perencanaan yang sebelumnya telah dilakukan serta pengamatan yang dilakukannya terhadap ide yang dimilikinya.
3. Memiliki semangat dan kemauan keras 
Seorang dapat dikatakan wirausaha selain berani mengambil risiko haruslah memiliki semangat dan kemauan yang keras untuk sukses
4. Memiliki analisis yang tepat 
Seseorang dapat dikatakan wirausaha apabila memiliki pengetahuan yang tepat untuk membuat analisis yang tepat, diusahakan mendekati 100 % benar
5. Tidak konsumtif 
Ini adalah penyakit untuk masa sekarang. Seorang wirausaha haruslah tidak konsumtif atau setidaknya, konsumsinya jauh lebih sedikit dari penghasilannya
6. Memiliki jiwa pemimpin 
Jiwa pemimpin harus dimiliki seorang wirausaha. Dengan ini, mereka mampu mengembangkan usaha mereka menjadi lebih maju.
7. Berorientasi pada masa depan 
Sudah jelas, bila anda seorang wirausaha yang inovatif dan kreatif dan memiliki ciri ciri wirausaha yang lain maka anda akan memiliki kemampuan ini
Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha Serta Ciri dan Tujuannya
Ciri ciri wirausaha

Ciri ciri kewirausahawan yang handal dan profesional 

  1. Yakin terhadap produk yang dimiliki 
  2. Mengenal sangat banyak produknya 
  3. Tidak berdebat dengan calon pelanggan 
  4. Komunikatif dan negosiasi Ramah dalam pelayanan 
  5. Santun Jujur dan berani
  6. Menciptakan transaksi 

Tujuan berwirausaha

Berikut beberapa tujuan dari seorang wirausaha yang seharusnya:
  • Berusaha dan bertekad dalam meningkatkan jumlah para wirausaha yang baik dengan kata lain ikut serta dalam mengader manusia manusia calon wirausaha untuk membangun jaringan bisnis yang lebih baik
  • Ikut serta dalam mewujudkan kemampuan para wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan Negaranya
  • Ikut serta dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta orientasi kewirausahaan yang kokoh.
  • Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri ciri kewirausahaan disekitarnya terutama dalam masyarakat
  • Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam kewirausahaan atau dunia bisnis sehingga kemakmuran dapat tercapai

Pengertian SMART Goal dan Contoh Penggunaannya

Menggunakan Prinsip SMART Goal dalam Menentukan Target Proyek – Prinsip SMART Goal merupakan pedoman yang dipergunakan untuk menentukan sasaran atau target daripada suatu proyek (Project), seperti proyek peningkatan kualitas, proyek Six Sigma bahkan penetapan sasaran sebuah organisasi. Prinsip SMART Goal ini pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran pada tahun 1981 dalam Majalah Management Review edisi November 1981.
Penentuan Sasaran ataupan Target yang tepat merupakan hal yang sangat penting dalam memotivasi dan meningkatkan kinerja kerja suatu Tim karena adanya Fokus yang jelas terhadap apa yang akan dicapainya.

5 PRINSIP SMART GOAL

Kata “SMART” merupakan kumpulan dari 5 huruf pertama Kata dalam Bahasa Inggris yaitu Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Time Bound. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai SMART Goals :

1. Specific (Spesifik / Khusus)

Target suatu Proyek harus ditetapkan secara Spesifik dan Jelas. Suatu Target yang ditentukan dengan Special akan memiliki kesempatan pencapaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan Target yang ditentukan secara umum dan luas.
Contoh :
Target yang Umum : IPQC harus lebih sering Audit Produksi
Target yang Spesifik : IPQC harus melakukan Audit Produksi sebanyak 4 kali sehari.

2. Measureable (Dapat diukur)

Target Proyek yang ditentukan harus dapat diukur dengan menggunakan indikator yang tepat sehinggan dapat melakukan peninjauan ulang, mengevaluasi pencapaiannya serta dapat melakukan tindakan-tindakan perbaikan yang seperlunya. Pengukuran harus berupa nilai-nilai kuantitatif yang berbentuk angka-angka berdasarkan fakta-faktanya.
Contoh : Target Produktivitas Line 1 harus mencapai 120%

3. Attainable (Yang dapat dicapai )

Target Proyek yang ditentukan harus dapat dicapai melalui usaha-usaha yang menantang dan harus berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Tim harus mengetahui dimana letak kemampuannya dan mempertimbangkan kinerja sekarang dengan kinerja yang sifatnya sempurna. Dari Kinerja Sekarang sampai ke Kinerja sempurna harus dilakukan secara bertahap dan Target yang ingin dicapainya juga harus ditetapkan secara bertahap pula. Pada versi SMART Goal lainnya, Attainable juga disebut dengan Achievable.
Contoh : Cacat Produksi sekarang ini adalah 5%, maka Target yang disetting (ditentukan) akan sangat sulit tercapai jika disetting ke 0.5% langsung. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan dengan baik sesuai dengan kemampuannya atau menetapkannya secara bertahap ke 3% pada bulan ini, 1.5% bulan depan dan seterusnya.

4. Realistic (Realistis)

Target Proyek yang ditentukan harus bersifat Realistis, jangan menentukan Target yang terlalu tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Harus mengetahui batas kemampuan dari Tim untuk mencapai Target Proyek yang ditentukan.
Contoh Target yang tidak Realistis : Maintenance (pemeliharaan) rutin Mesin Solder harus diselesaikan dalam waktu 2 Jam, padahal kemampuan Teknisi yang berjumlah 2 orang hanya bisa melakukannya dalam waktu 4 Jam. Jadi hampir dapat dipastikan Target tersebut tidak akan tercapai karena tidak realistis.

5. Timebound (Batas Waktu)

Harus menetapkan Batas waktu dalam mencapai Target Proyek. Tanpa adanya batas waktu, Tim akan bekerja lambat dan tidak ada perasaan urgensi (mendesak) sehingga sangat sulit untuk mencapai Target yang diinginkan.

Pengertian Dan Contoh Kebutuhan Tersier

ebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dalam pemenuhannya dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dengan cara menggunakan barang-barang yang tergolong mewah atau bisa disebut luxe. kebutuhan tersier ini lebih bersifat prestisius yang memiliki Arti,jika seseorang  dapat memenuhi kebutuhan ini akan  berpengaruh terhadap terangkatnya gengsi, derajat atau martabat orang yang memilikinya.Dalam kehidupan sehari-hari kebutuhan tersier tergolong kebutuhan yang tidak semua orang bisa memenuhinya. Hanya kalangan atas yang memiliki uang dan kekayaan yang cukup untuk membeli barang-barang mewahlah yang bisa memenuhi kebutuhan ini, sehingga hanya sebagian kecil orang yang bisa memenuhinya. Dalam hal ini kebutuhan tersier tidak harus terpenuhi seperti halnya kebutuhan lainnya dikarenakan kebutuhan ini hanya bersifat sebagai hiburan atau kesenangan belaka. Sehingga jika tidak terpenuhi juga tidak akan berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.

Contoh Kebutuhan Tersier
Setelah pada bagian sebelumnya kita sudah membahas pengertian dari kebutuhan tersier sekarang kita akan membahas sebagaian contoh dari kebutuhan tersier karena kebutuhan tersier itu ada banyak sekali. Ok, bagi kalian yang ingin mengetahui apa saja contoh dari kebutuhan tersier bisa simak langsung yang dibawah ini.

  1. Mobil
  2. Perhiasan, barang ini akan menambah kesan indahan bagi pemakainya. Namun jika tidak terpenuhi juga tidak berdampak buruk sama sekali bagi manusia.
  3. Komputer, barang ini bisa bersifat sebagai barang untuk hiburan maupun barang untuk membantu aktifitas lain seperti pekerjaan kantor,tugas sekolah dll. 
  4. Mainan, barang ini termasuk sebagai barang yang digunakan sebagai hiburan belaka.
  5. Rumah mewah, rumah merupakan salah satu kebutuhan primer, namun bagi sebagian orang  yang tingkat ekonominya tinggi memiliki rumah sederhana saja tidak cukup sehingga mereka membeli rumah yang mewah.
  6. Alat-alat elektronik, barang-barang ini seperti alat pemutar musik, handphone dll
  7. Makanan mewah dan sebagainya.
Diatas telah saya sebutkan sebagaian contoh dari kebutuhan tersier, contoh di atas belum lah keseluruhan dari barang-barang yang tergolong kebutuhan tersier. Kebutuhan tersier sendiri bisa menjadi sebuah kebutuhan primer bagi orang-orang tertentu contohnya sebagai seseorang yang bekerja sebagai penyedia jasa angkutan seseorang itu perlu dan harus memiliki mobil untuk melakukan pekerjaannya. Namun di kehidupan sehari-hari pada umumnya orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi, setelah kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi mereka akan mencoba untuk membeli barang-barang lain yang bersifat mewah karena kebutuhan lainnya telah tercukupi atau lengkap.

Sekian posting kali ini mengenai Kebutuhan Tersier (Pengertian Dan Contoh Kebutuhan Tersier) yang sekaligus menjadi penutup pembahasan materi kita mengenai jenis-jenis dari kebutuhan manusia. Jangan lupa untuk berkunjung kembali untuk mendapatkan pembahasan dari berbagai materi lainnya.

Ikuti kami untuk mendapatkan materi terbaru:

Related Posts :

0 Response to "Kebutuhan Tersier (Pengertian Dan Contoh Kebutuhan Tersier)"

Yuk berikan komentarmu tentang artikel ini

Contoh Kebutuhan Sekunder

. Sebab kebutuhan sekunder merupakan salah satu jenis kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dalam kehidupan, memang manusia memiliki tiga buah kebutuhan untuk dapat menjalani kehidupan secara normal. Kebutuhan tersebut diperlukan untuk menunjang segala macam kegiatan yang dihadapi oleh seorang manusia. Manusia memang membutuhkan banyak sekali kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan sekunder. Ini merupakan kebutuhan nomor dua, bukan yang utama.
Kebutuhan yang paling utama adalah kebutuhan primer. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang utama bagi setiap manusia. Kebutuhan primer biasa juga disebut sebagai kebutuhan yang pokok. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi oleh manusia, jika tidak terpenuhi maka kehidupan seseorang bisa menjadi tidak sempurna.
Kebutuhan pokok terdiri dari makanan, semua orang memang butuh makanan, tanpa makanan semua orang tidak akan bisa hidup. Hal ini sedikit berbeda dengan contoh kebutuhan sekunder, yang kalau pun tidak terpenuhi tidak apa apa. Sedangkan, kebutuhan pokok yang selanjutnya adalah berupa pakaian. Di zaman yang serba modern ini, pakaian telah menjadi kebutuhan yang sangat pokok. Tanpa pakaian semua orang tidak akan dianggap sebagai orang yang waras.
Contoh Kebutuhan SekunderSelain pakaian, kebutuhan pokok yang lainnya adalah perumahan atau tempat tinggal. Manusia yang hidup memang membutuhkan tempat tinggal sebagai sekadar tempat berteduh. Tempat tinggal yang baik jelas membutuhkan syarat syarat yang cukup banyak, namun demikian, yang terpenting untuk sebuah tempat tinggal adalah kenyamanan dan kegunaannya sebagai tempat tinggal yang layak.
Contoh kebutuhan primer yang selanjutnya juga diluar contoh kebutuhan sekunder. Contoh kebutuhan selanjutnya adalah berupa pendidikan dan juga kesehatan. Manusia zaman sekarang sudah memerlukan kedua jenis kebutuhan tersebut sebagai kebutuhan primer, walau pun sebenarnya sudah hampir mendekati kebutuhan sekunder. Namun, untuk memenuhi tuntutan zaman yang semakin keras ini, maka kedua kebutuhan tersebut harus dimiliki oleh setiap manusia.
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, manusia juga memerlukan kebutuhan sekunder. Ini adalah kebutuhan yang menjadi pendukung dari kebutuhan primer. Kebutuhan ini kalau pun tidak terpenuhi sebenarnya tidak apa apa, namun kalau bisa memang seharusnya dipenuhi oleh manusia sebagai kelompok dalam masyarakat.
Hal hal yang masuk di dalam kebutuhan sekunder ini adalah kebutuhan terhadap kebutuhan rumah tangga yang sederhana. Kebutuhan tersebut misalnya seperti televisi dan juga radio atau barang lektronik lainnya. Kebutuhan tersebut menjadi sebuah kebutuhan yang sangat urgen jika memang seseorang memiliki pekerjaan atau apapun yang berhubungan dengan barang barang tersebut.
Contoh kebutuhan sekunder tersebut selanjutnya bisa jadi berbeda antara satu orang dengan orang yang lain, sebab setiap manusia memerlukan kebutuhan tambahan yang berbeda beda sesuai dengan pekerjaan atau kegiatannya. Penilaian barang sederhana pun berbeda beda bagi tiap orang